Kamis, 14 Juni 2012

RAGAM TANGGA BAGI RUMAH BERTINGKAT


Dalam hal penempatan tangga diusahakan sehemat mungkin menggunakan ruangan, manfaatkan tempat yang tersedia dengan cermat agar tangga tidak mengganggu lalu lintas orang banyak dan perhatikan segi keamanan bagi anak-anak balita anda. Letakkan posisi tangga di tempat yang mudah ditemukan oleh semua orang, karena tangga adalah akses menuju ke suatu tempat khususnya di tempat-tempat umum seperti rumah sakit atau mall. Serta tangga tidak berdekatan dengan ruang lain agar tidak menggangu aktifitas penghuni lain. Perhatikan pula kekuatannya, tangga haruslah kokoh dan stabil bila dilalui orang dan barang sesuai dengan perencanaan. Lalu dari segi bentuknya layak, rapi, indah, serasi dengan keadaan sekitar tangga itu sendiri (konsep bangunan) serta sesuaikan dengan budget.
Sedangkan dari segi penggunaan bahan, tangga terbagi atas tangga kayu, yang biasa digunakan untuk bangunan sederhana dan semi permanen karena material kayu ringan, mudah didapat serta kayu memiliki nilai estetika yang tinggi. Namun tangga jenis ini memiliki kelemahan yaitu tidak dapat dilalui oleh beban-beban yang berat, lebarnya terbatas, serta tidak cocok ditempatkan di ruang terbuka karena kayu mudah lapuk jika terkena panas dan hujan. Kemudian tangga baja, biasanya digunakan pada bangunan yang sebagian besar komponen-komponen strukturnya terdiri dari material baja. Tangga ini biasa digunakan pada bangunan semi permanen seperti bengkel, gudang, dan lain-lain. Tangga ini kurang cocok untuk bangunan dekat pantai karena pengaruh garam dapat mempercepat proses pengaratan. Berikutnya tangga beton yang sampai sekarang semakin banyak digunakan pada bangunan bertingkat dan bersifat permanen seperti kantor, sekolah, rumah tinggal, dan pertokoan. Jenis lainnya yaitu tangga batu/bata, konstruksi ini mulai jarang digunakan karena sudah ketinggalan dalam bentuk, kekuatan, efisiensi pembuatannya.
Selain dari bahannya, tangga juga memiliki nama sesuai dengan bentuknya. Adapun bentuk-bentuk tangga yaitu:
• Tangga lurus, apabila kedua boom-nya lurus serta sejajar. Semua trade bentuknya sama lebar dan terletak siku pada boom
• Tangga L, kedua boom-nya lurus serta sejajar. Semua trade sama lebar dan terletak miring pada boom
• Tangga 2 bordes, adalah tangga yang terdapat 2 bordes (bordes: suatu dataran horizontal yang dibuat pada pertengahan tinggi tangga untuk istirahat sejenak)
• Tangga U, adalah tangga yang menggunakan 1 bordes
• Tangga spiral atau tangga putar, biasa digunakan pada area servis dimana luas area terbatas.
3. Tangga membilut, kedua boom ada yang lurus dan ada yang melengkung. Semua trade tidak sama lebar serta menyempit pada salah satu sisi, jadi berbentuk trapezium.
4. Tangga dengan seperempatan, penghematan yang lebih besar akan ruangan, bisa berbentuk putaran ¼ lingkaran, bentuk trade-trade sebagai segitiga.
Anda juga perlu mengetahui apa saja yang menjadi bagian dari struktur sebuah tangga itu, berikut keterangan lebih jelasnya.
• Pondasi tangga
Suatu bangunan harus memiliki pondasi sebagai landasan agar tidak mengalami penurunan dan pergeseran begitu pula dengan tangga. Pondasi tangga bisa dari batu kali, beton bertulang atau kombinasi dari kedua bahan tersebut dan di bawah pangkal tangga harus diberi balok anak sebagai pengaku pelat lantai, agar lantai tidak menahan beban terpusat yang besar
• Ibu tangga
Merupakan bagian dari tangga sebagai konstruksi pokok yang berfungsi untuk mendukung anak tangga
• Anak tangga
Anak tangga berfungsi sebagai bertumpunya telapak kaki, dibuat dengan jarak yang sama dan selisih tinggi (trap) dibuat, supaya kaki yang melangkah menjadi nyaman, enak untuk melangkah,
• Pagar tangga
Pagar tangga atau reilling tangga/lening adalah bagian dari struktur tangga sebagai pelindung yang diletakkan disamping sisi tangga dan di pasang pada/ diatas ibu tangga untuk melindungi agar orang tidak terpelosok jatuh. Pagar tangga dapat dibuat dengan berbagai variasi agar lebih artistik (klasik atau minimalis) dan pada lantai tingkat disekitar lubang tangga harus dipasang juga pagar pengaman
• Pegangan tangan (Handrail)
Merupakan batang yang di pasang sepanjang anak tangga untuk bertumpunya tangan agar orang turun naik tangga merasa lebih aman, pegangan tangga bertumpu pada tiang - tiang tangga yang tertanam kuat pada ibu tangga
• Bordes
Adalah pelat datar (horizontal) diantara anak-anak tangga sebagai tempat beristirahat sejenak, bordes dipasang pada bagian sudut tempat peralihan arah tangga yang berbelok. Untuk rumah tinggal, lebar bordes antara 80 - 100 cm dan untuk bangunan umum lebar bordesnya dibuat antara 120 - 200 cm.
Tidak hanya keindahan tampilan tangga yang perlu diperhatikan tetapi dari segi teknis, kemudahan, dan rasa aman bagi orang yang melaluinya juga harus diperhatikan. Oleh karena itu terdapat perhitungan di setiap detail tangga. Mulai dari lebar anak tangga, untuk rumah tinggal, lebar anak tangga 80 cm. Untuk bangunan umum, lebar anak tangga 120 cm s/d 200 cm. Untuk tangga darurat, lebar anak tangga bisa 70 cm. Semua anak tangga harus dibuat dalam bentuk dan ukuran yang seragam, dan perlu diperhatikan lebar dan tinggi anak tangga untuk keamanan dan kenyamanan orang yang menaikinya (ketika naik tidak cepat lelah dan ketika turun tidak tergelincir). Karena tangga yang terlalu landai akan melelahkan sedangkan tangga yang terlalu curam tidak aman, kaki dapat tergelincir ketika menuruninya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar